Skip to main content

Hamilton Juara GP F1 Meksiko 2016


Juara GP F1 Meksiko 2016 - Kemenangan Lewis Hamilton pada balapan Grand Prix Meksiko akhir pekan lalu ternyata mampu menyamai rekor legenda pebalap F1 Alain Prost. Keduanya berhasil menang dalam 51 balapan, hanya saja Hamilton adalah pebalap F1 mas kini dengan gaya dan teknologi terkini dari F1.

Yang menarik adalah Hamilton lebih sedikit jumlah balapannya yakni 186 seri balapan untuk menang sebanyak 51 kali. Sementara pendahulunya yakni Alain Marie Pascal Prost memiliki jumlah seri pertandingan 199 seri balap.

Meski begitu, ada pebalap f1 yang mampu mengalahkan rekor keduanya termasuk Hamiltomn yang menjadi juara GP F1 Meksiko 2016 kemarin, dia adalah pebalap yang paling fenomenal yakni Michael Schumacher dengan jumlah kemenangan 91 kali dan mampu meraih tujuh kali juara dunia balap F1.

[>> lihat lagi : F1 Indonesia <<]

"Rasanya sangat sulit dipercaya sekarang ini," papar Hamilton. Menurut dia, pencapaian yang dirai sangat luar biasa karena menyamai Prost sebagai guru besar balap F1 kemudian ada pula Schumacher yang uga memiliki kemenangan lebih banyak, maka ia mengakui sanat bersyukur memiliki pencapaian kemenangan sebanyak 51 kali itu.

[>> lihat juga : Balapan Jet Darat <<]

"Sepertinya sudah 30 kali menang bersama Mercedes, ini tentu menunjukkan jika Mercedes adalah tim terbaik, dan datang ke tim Merdcedes adalah keputusan tepat dan itu terbaik," tandas juara GP F1 Meksiko 2016, Lewis Hamilton.

[>> lihat : F1 Indonesia <<]

Hamilton sendiri sedang berjuang dalam perburuan gelar keempatnya musim ini dengan hanya dua balapan tersisa. Dan kemungkinan Hamilton mampu mendapatkan gelar cukup memungkinkan, tetapi apapun bisa saja berubah dan kita lihat saja hasil balap higga kahir nanti siapa yang akan menjadi pemenang atau juara GP F1 di musim 2016.

Comments

Popular posts from this blog

Ini Sanksi Pebalap Suzuki Ecstar Untuk 2017

gara-gara-vinales-suzuki-terancam-hukuman-di-motogp-2017 Pebalap Suzuki Ecstar - Maverick Vinales, membuat pabrikan tersebut terancam mendapatkan 'hukuman' pada musim depan. Hukuman yang akan diterima Suzuki yakni kehilangan akses hak konsesi teknis pada MotoGP 2017. Saat ini, Suzuki baru mengeloksi enam poin nilai konsesi yang semuanya diperoleh oleh Vinales, yang pada musim depan pindah ke Yamaha. Hak konsesi sendiri merupakan merupakan kemudahan yang diberikan ke tim pabrikan yang baru bergabug dalam MotoGP. Dalam aturan teknis MotoGP, perkembangan semua tim akan dipantau sepanjang musim, poin konsesi diberikan sesuai dengan podium yang didapatkan pebalapnya. Pembagian angka tersebut yakni tiga angka untuk peringkat pertama, dua angka untuk peringkat kedua dan satu angka untuk peringkat ketiga. Jika poin konsesi sudah melewati enam, maka semua konsesi yang didapatkan tim dihilangkan pada musim depan. Ini yang terjadi pada pebalap Suzuki Ecstar. Poin konsesi yang d...

Alex Pastikan Pembangunan Sirkuit Jakabaring Berjalan

Pembangunan Sirkuit Jakabaring - Orang nomer satu di Sumatera Selatan, Alex Noerdin, akhirnya bisa memastikan bahwa sirkuit yang rencananya dinanti-nantikan untuk menggelar MotoGP di Jakabaring akan dilakukan pembangunan setlah pertemuan yang dilakukan oleh pihak pemerintah daerah dengan promortor MotoGP di Sepang, Malaysia. Sayangnya, kepastian tentang rncana pembangunan sirkuit itu tidak disampaikan Alex secara langsung ke media tetapi langsung melalui akun media sosial. Meski begitu rencana tersebut tentu disambut baik oleh semua kalangan khususnya para penyuka olahraga MotoGP dan olahraga motosport lain. sepert tersiar kabar rencana pembangunan sirkuit Jakabaring, halaman facebook orang nomor satu di Sumatra Selatan Alex Nurdin memaparkan bahwa pertemuan telah dilakukan dari Event Organizer (EO) MotoGP, Dorna Sports pada Sabtu (29/10/2016) dan pihak pemerintah daerah dalam hal ini Alex Nurdin di Sirkuit Sepang, Malaysia. Hanya saja, untuk perjalanan pembangunan sirkuit di...

Tim Renault Jadi Juara Dunia Formula 1

renault-akan-menjadi-pesaing-utama-di-f1-dalam-lima-tahun-kedepan Juara Dunia Formula 1 - Dengan yakin kepala teknis tim Renault, Bob Bell mengatakan bahwa, target mereka untuk menjadi pesaing utama dalam perebutan gelar juara dunia F1 telah ditetapkan pada musim 2021 oleh Presiden perusahaan sebagai 'tujuan yang realistis'. Apa yang diinginkan ini tak terlalu berkhayal dan sangat realistis mengingat komposisi para perusahaan kendaraan jet darat ini yang terus melakukan perubahan termasuk Renault untuk memproyeksikan bisa menjadi pemegang gelar juara F1. Dan hal itu telah ibuktikan sekitar 5 tahun lalu yang mana pada 2015 dan 2016 tim Renault mampu memberikan yang terbaik hingga puncak klasemen dengan hasil mendapat gelar juara dunia F1 berturut-turut. [>> Lihat : Balapan Jet Darat <<] Hal dan rencana tentang ambisi kepla teknis Renault tentang pencapaian juara dunia Formula 1, selaku Presiden Renault, telah memberikan tim Renault untuk melakukan rencan...