Skip to main content

Tim Renault Jadi Juara Dunia Formula 1

renault-akan-menjadi-pesaing-utama-di-f1-dalam-lima-tahun-kedepan
Juara Dunia Formula 1 - Dengan yakin kepala teknis tim Renault, Bob Bell mengatakan bahwa, target mereka untuk menjadi pesaing utama dalam perebutan gelar juara dunia F1 telah ditetapkan pada musim 2021 oleh Presiden perusahaan sebagai 'tujuan yang realistis'.

Apa yang diinginkan ini tak terlalu berkhayal dan sangat realistis mengingat komposisi para perusahaan kendaraan jet darat ini yang terus melakukan perubahan termasuk Renault untuk memproyeksikan bisa menjadi pemegang gelar juara F1. Dan hal itu telah ibuktikan sekitar 5 tahun lalu yang mana pada 2015 dan 2016 tim Renault mampu memberikan yang terbaik hingga puncak klasemen dengan hasil mendapat gelar juara dunia F1 berturut-turut.

[>> Lihat : Balapan Jet Darat <<]

Hal dan rencana tentang ambisi kepla teknis Renault tentang pencapaian juara dunia Formula 1, selaku Presiden Renault, telah memberikan tim Renault untuk melakukan rencana lima tahun agar bisa mendapat gelar juara dunia lagi, paling tidak menjad pesaing terberat dari juara dunia F1.

"Ghosn memiliki tujuan yang sangat jelas bagi tim," kata Bell. "Dia tidak di sini untuk membuat nilai, dia di sini untuk melihat tim sukses. Dia juga, tentu saja, telah melalui siklus ini sebelumnya dan dia tahu apa yang diperlukan dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai itu dan dia memberikan kami tujuan realistis yang sejalan dengan itu," tambah Carlos Ghosn selaku presiden Renault.

[>> Lihat Juga : F1 Indonesia <<]

"Tahun depan, langkah yang jelas bagi kami adalah untuk berada di lini tengah dan menjadi kompetitif di sana. Musim 2018 akan mendekati podium dan sebagainya, dan empat, lima tahun kemudian, menjadi juara dunia. Tidak ada sesuatu yang sangat sulit untuk mencapai hal itu," ungkap Carlos Ghosn menyetujui ambisi menjadi juara dunia Formula 1 pada 5 tahun mendatang.

"Jika anda melihat apa yang dibutuhkan ketika Red Bull membeli Jaguar, ketika Renault sebelumnya membeli Benetton atau ketika Mercedes membeli Brawn, butuh lima tahun di setiap contoh untuk mereka memenangkan kejuaraan. Itulah seperti skala waktu, peta jalan (tujuan) sudah dietapkan oleh diri kita sendiri. Saya pikir itu realistis dan itu sesuai dengan harapan perusahaan," tandas Presiden Renault.

Comments

Popular posts from this blog

Ini Sanksi Pebalap Suzuki Ecstar Untuk 2017

gara-gara-vinales-suzuki-terancam-hukuman-di-motogp-2017 Pebalap Suzuki Ecstar - Maverick Vinales, membuat pabrikan tersebut terancam mendapatkan 'hukuman' pada musim depan. Hukuman yang akan diterima Suzuki yakni kehilangan akses hak konsesi teknis pada MotoGP 2017. Saat ini, Suzuki baru mengeloksi enam poin nilai konsesi yang semuanya diperoleh oleh Vinales, yang pada musim depan pindah ke Yamaha. Hak konsesi sendiri merupakan merupakan kemudahan yang diberikan ke tim pabrikan yang baru bergabug dalam MotoGP. Dalam aturan teknis MotoGP, perkembangan semua tim akan dipantau sepanjang musim, poin konsesi diberikan sesuai dengan podium yang didapatkan pebalapnya. Pembagian angka tersebut yakni tiga angka untuk peringkat pertama, dua angka untuk peringkat kedua dan satu angka untuk peringkat ketiga. Jika poin konsesi sudah melewati enam, maka semua konsesi yang didapatkan tim dihilangkan pada musim depan. Ini yang terjadi pada pebalap Suzuki Ecstar. Poin konsesi yang d...

Pebalap F1 Andalan Red Bull Ini Tak Sabar Mengaspal di Austin

max-verstappen-tak-sabar-mengaspal-di-austin Pebalap F1 Andalan Red Bull - Tahun lalu, Max Verstappen membalap untuk Scuderia Toro Rosso saat bertandang ke Circuit of the Americas (COTA). Nah, kali ini, pada GP Amerika Serikat musim ini, Verstappen akan menjadi salah satu andalan Red Bull Racing. Mengapa pebalap Belanda itu mengaku tak sabar untuk segera berada di Austin? Menurut penuturan yang dilansir melalui ligaolahraga.com, Verstappen mengakui jika keinginan untuk menjajal sirkuit baru dengan beberapa karakter tantangan seperti banyaknya area run-off Menurut Verstappen sebagai pebalap F1 andalan Red Bull, tikungan pertama pada sirkuit COTA memungkinkan para pebalap untuk saling mendahului. Pasalnya, tikungan tersebut memiliki medan jalan yang lebar. “Agak mirip dengan Silverstone dan Suzuka. Sirkuit COTA sangatlah menyenangkan,” pungkasnya. [>> Lihat : Pengendara Mobil F1 <<] Ada satu hal yang patut diwaspadai oleh Verstappen, saat berada di Amerika Seri...